PELIT ADALAH PENYAKIT BERBAHAYA !

Jika kita perhatikan banyak sekali Julukan/Ejekan yang ditujukan kepada seseorang yang mempunyai sipat pelit, diantaranya : Medit, Bakhil, Buntut Kasiran, Ngeked, kumed, meregehese dan lain lainnya.

biasanya beda daerah beda pula sebutannya dan jika dibukukan mungkin bisa 1 kitab tebalnya.

Lalu siapa yang mau menyandang Julukan Negatif itu ? bahkan orang pelitpun maunya di sebut “Dermawan”.

sungguh tak tahu malu jika begitu (orang pelit memang tidak punya rasa malu).

karena lebih baik dikatakan pelit daripada ia harus memberi !

Pelit adalah sipat bawaan yang susah sekali disembuhkan, meskipun sangat susah tetapi sedikit demi sedikit bisa dihilangkan asalkan orangnya mau dan punya itikad baik untuk menghilangkan sipat sipat buruk tersebut.

Tahukah anda bahwa sebenarnya sipat pelit itu sangat merugikan ? baik untuk diri sendiri maupun orang lain. di bawah ini saya tuliskan beberapa kerugian yang ditimbulkan karenanya :

1. Selalu Menjadi Jurang Pemisah

Seseorang yang mempunyai sipat pelit biasanya akan selalu dijauhi teman temannya, karena si pelit malas memberikan sesuatu barang/uang ataupun berupa benda material lainnya, kalau diberi tentu saja ia mau. istilah “Take & Give” tidak ada dalam kamusnya, ia hanya mau menerima atau mengambil saja (Take), tetapi melas sekalimemberi (Give). apalagi kalau secara terpaksa ia harus memberikan barang yang harganya mahal, wah bisa meriang 7 hari 7 malam karenanya. kalaupun memberi biasanya hanya berupa barang yang sudah tak terpakai lagi atau barang yang sudah tak ada nilainya sama sekali, itulah sebabnya ia dijauhi lingkungannya.

2. Penyakit yang menggerogoti dari dalam

memelihara sipat pelit sama saja dengan memelihara penyakit atau virus jahat yang akan menggerogoti kesehatan dari dalam. jiwanya akan selalu tidak sehat karena disaat ia harus mengeluarkan barang/uang meskipun secara terpaksa hatinya menjerit tidak rela, ia akan selalu membayangkan sesuatu yang telah diberikannya, seakan ia dirampok atau dibegal.

3. Menghambat Jalannya Usaha

mengapa demikian ? saya ambil sebuah contoh,

Teman saya kebetulan ia mempunyai sipat pelit, ia seorang pengusaha swasta. ia selalu mengeuh karena selalu ditinggal pegawai/pekerja nya, karena minimnya gaji yang diberikan, tidak sesuai dengan pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan. padahal pegawai pegawainya itu sudah berpengalaman di bidangnya. sehingga terpaksa ia harus selalu mencari pegawai baru untuk dilatih kembali dari awal, dan biasanya kalau sudah mahir pegawai baru itu pun meninggalkannya, kejadian seperti itu terus saja berulang ulang. Kemudian ia pun selalu ditinggalkan relasi maupun pelanggannya karena malasnya ia memberikan diskon atau korting harga. itu hanya salah satu contohnya saja.

4. Dzalim terhadap diri sendiri

ia tidak menyadari bahwa dengan sipat pelitnya itu bukan saja ia telah berbuat dzolim terhadap orang lain tetapi juga terhadap dirinya sendiri. di saat ia menderita sakit biasanya ia malas mengeluarkan biaya untuk berobat jika itu mahal, ia hanya makan obat murahan saja “toh nantinya sembuh sendiri!”. pola hidupnya pun biasanya sangat sederhana, seandainya ia orang kaya ia tak mau menggunakan fasilitas kekayaannya. kerjanya cuma menghitung untung rugi.

5. Dibenci orang lain

si Pelit jika diberi sedikit kekuasaan (jabatan kecil kecilan) maka biasanya perintahnya akan bertubi tubi, ia ingin dilayani secara prima. tidak peduli keringat orang lain segala sesuatunya tahu beres saja. dan kalau mendapat sedikit untung, tanpa rasa malu diumpetinnya keuntungan itu untuk dirinya sendiri seakan semua itu didapat tanpa pertolongan orang lain (malas berbagi rezeki), kalau yang namanya pekerjaan baru dibagi bagi pas giliran dapat untung dimakannya sendiri. kalaupun dengan terpaksa ia harus membagi sedikit rezeki yang didapatkannya maka diumumkanlah pemberiannya itu, terus saja diomong omongin kepada setiap orang seakan seluruh Indonesia wajib mengetahuinya. dan banyak lagi kasus lainnya yang tidak bisa saya uraikan semua disini. itu sebabnya ia selalu dibenci orang.

6. Orang akan senang jika ia mendapat Celaka

Ketika si Pelit mendapat celaka maka semua mengucapkan ikut bersedih, padahal ucapan itu hanya di mulut saja sekedar untuk menyenangkan hati si Pelit. hati mereka sebenarnya merasa senang berbunga bunga bahkan tertawa tawa dibelakangnya. sebenarnya si Pelit berjalan dengan diikuti sejuta kutukan, setiap langkahnya, setiap geraknya.

Terus anda tentu bertanya :

“Apakah Penulis seorang yang Dermawan ? sehingga begitu mengusik kelakuan si Pelit ?”

saya jawab : “tidak juga ! saya orang wajar wajar saja, tetapi saya tidak termasuk orang Pelit !!”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.